Hati-Hati! Propaganda Daeng Wahidin Dibalik Aksi Buruh Tolak UU Ciptakerja


Liputanbersatu, Jakarta - Aliansi Buruh Penegak Demokrasi tengah menyoroti isu penolakan UU Cipta kerja yang dilakukan oleh Daeng Wahidin bersama kelompok Aliansi Aksi Sejuta Buruh yang dinilai cenderung penuh dengan kepentingan politik pihak tertentu dan tidak murni berdasarkan idealisme perjuangan kelompok buruh. Bahkan isu penolakan UU Cipta kerja oleh Daeng Wahidin dkk disinyalir bagian dari upaya mencari panggung politik pemilu 2024 nanti.

Bentuk kritik dari Aliansi Buruh Penegak Demokrasi terhadap Daeng Wahidin beserta kelompok aliansi sejuta buruh adalah dengan melakukan aksi unjuk rasa di gedung Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta Pusat.(12/06).

“Sudah sekian banyak kelompok Aliansi Aksi Sejuta Buruh dibawah kendali Daeng Wahidin ini melakukan unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja”. Padahal, lanjutnya, “UU yang mereka protes sendiri merupakan sebuah upaya konkret dari Pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan mitigasi mengenai adanya krisis ekonomi global, yang juga akan sangat berpotensi untuk merambat menjadi krisis ekonomi Nasional.”, jelas Luis sebagai orator.

Lanjutnya lagi, “Keberadaan UU Cipta Kerja justru malah ditolak oleh kelompok Aliansi Aksi Sejuta Buruh yang didalangi oleh Daeng Wahidin, hal mana penolakan UU Cipta kerja oleh Daeng Wahidin dkk menggunakan sejumlah aksi demontrasi yang sangat rentan akan timbulnya anarkisme dan juga provokasi”.

Bukan hanya itu, namun justru jelas memunculkan ketidakstabilan politik dan ekonomi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tandasnya.

Dalam aksinya, Daeng Wahidin kerap menggunakan cara-cara menghasut para pekerja dengan doktrin-doktrin sesat agar para buruh menentang kebijakan pemerintah yang sebenarnya itu adalah kebijakan yang baik bagi keberlangsungan semua buruh.

Disinyalir Daeng Wahidin lewat gerakan Aliansi Aksi Sejuta Buruh hanya memanfaatkan gerakan buruh untuk kepentingan pemilu tahun 2024, dengan berlindung dibalik serikat pekerja yang mengatasnamakan demi kepentingan semua buruh”. Papar Luis.

Isu penolakan UU Cipta kerja terus dijadikan obyek kepentingan politik praktis oleh Daeng Wahidin, berbagai bentuk polarisasi dan perpecahan karena konflik of interest diinternal para buruh terus diciptakan, demi mendapatkan kekuasaan meskipun dengan cara memprovokasi para buruh. Maka, sudah saatnya bagi kelompok buruh yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh dibawah kendali Daeng Wahidin dkk untuk keluar barisan dan menghentikan serta melepaskan diri dari pengaruh dan agitasi-agitasi propaganda yang digencarkan oleh Daeng Wahidin.

“Menkumham RI segera bubarkan aliansi aksi sejuta buruh atas tindakannya yang provokatif serta melanggar tertib administrasi”. kemudian “tindak tegas Daeng Wahidin selaku dalang atas gerakan ini dan audit sumber dana dari aliansi aksi sejuta buruh yang diduga digunakan untuk mengerahkan masa aksi menolak UU Cipta kerja”. Tegas orator.