Diskusi Publik FMPP: Mengawal Langkah Awal Kabinet Merah Putih Menuju Perubahan Besar


Liputanbersatu, Jakarta - Forum Mahasiswa Pemerhati Pemerintah (FMPP) menggelar diskusi publik bertajuk “100 Hari Kabinet Merah Putih Menuju Indonesia Emas, Langkah Awal Menuju Perubahan Besar” pada Kamis (27/2). Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh sekitar 103 peserta yang terdiri dari mahasiswa perwakilan Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Muhammad Riyadh Fadild selaku Ketua Umum FMPP serta Fitrotul Uyun, Duta Baca Jakarta. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi yang membahas berbagai program dan kebijakan strategis Kabinet Merah Putih dalam seratus hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam paparannya, Muhammad Riyadh Fadild menekankan bahwa perubahan besar yang diusung Kabinet Merah Putih harus dikawal dengan ketat agar benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya konsistensi pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas serta menghindari stagnasi kebijakan.

“Setiap program yang telah dicanangkan harus dieksekusi dengan maksimal. Jangan sampai ada kebijakan yang hanya menjadi wacana tanpa realisasi konkret,” ujarnya.

Sementara itu, Fitrotul Uyun, yang juga dikenal sebagai Duta Baca Jakarta, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mengawal kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan kaum intelektual harus aktif mengawasi, memberikan kritik konstruktif, serta memastikan bahwa program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat luas.

“Masyarakat, khususnya generasi muda, harus terlibat aktif dalam memantau jalannya pemerintahan. Diskusi seperti ini menjadi ruang bagi kita untuk memahami kebijakan dan ikut serta dalam pembangunan bangsa,” tuturnya.

Berdasarkan catatan yang dipublikasikan oleh Sekretariat Kabinet RI pada 29 Januari 2025, pemerintahan Kabinet Merah Putih telah menjalankan berbagai program prioritas, di antaranya penghapusan utang UMKM, penyelenggaraan Pilkada serentak, peningkatan kesejahteraan guru, kenaikan upah minimum nasional rata-rata 6,5 persen, penurunan harga tiket pesawat, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan penghentian impor beras, peluncuran paket stimulus ekonomi (PPN dari 11 persen menjadi 12 persen), program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan biaya haji, pembaruan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), pembangunan infrastruktur, penanganan cepat bencana, efisiensi anggaran, serta penguatan investasi dan kerja sama luar negeri.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa program-program tersebut merupakan langkah awal menuju perubahan besar yang diharapkan dapat membawa Indonesia menuju era kesejahteraan dan keadilan. Namun, untuk mencapai target tersebut, diperlukan komitmen dan keseriusan dari seluruh jajaran Kabinet Merah Putih agar seluruh kebijakan yang dicanangkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan optimal.

FMPP menegaskan pentingnya pengawalan terhadap program prioritas agar tidak terhenti di tengah jalan atau mengalami stagnasi. Generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia berharap agar kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat dapat terealisasi secara maksimal demi tercapainya visi Indonesia Emas.

“Program prioritas ini harus dijalankan dengan baik dan tuntas. Oleh karena itu, komitmen bersama dari seluruh jajaran Kabinet Merah Putih sangat diperlukan agar perubahan besar menuju Indonesia Emas benar-benar terwujud,” tutup Muhammad Riyadh Fadild.